Sesungguhnya aku seperti para pemuda yang lain berpikir untuk menikah, dan aku siap untuk melamar. Wanita yang hendak aku lamar adalah kerabatku. Dia seorang dokter dan aku karyawan yang sangat sederhana. Akan tetapi aku enggan untuk mengajukan lamaran padanya, takut ia akan menolakku karena perbedaan di antara kita. Tapi aku menginginkannya. Meskipun demikian aku tidak melihat bahwa diriku lebih rendah darinya, akan tetapi aku yakin bahwa ia melihatku lebih rendah darinya. Apa saran Anda kepadaku, apakah aku melanjutkan untuk mengajukan lamaran kepada dokter ini atau tidak? Salim – Perancis
Jawab:
Hayyakallah, Semoga Allah memberkati Anda, dan Selamat Datang di Majalah Qiblati.
Saya senang menerima surat Anda, yang menampakkan kejernihan pikiran Anda. Banyak orang tidak memikirkan tahap setelah pernikahan, namun mereka terus berjalan tanpa melihat ke depan. Dan ketika mereka berdiri di hadapan suatu masalah atau rintangan di depannya, ia terkejut dan tersadar bahwa selama ini tidak memberi perhatian. Mereka terpaku dan berangan-angan seandainya ia melakukan ini atau itu. semoga Allah memberkati Anda untuk berpikir secara bijaksana seperti ini.
Surat Anda mencakup beberapa hal, namun saya ingin membatasi pada beberapa hal dan mengeksplorasinya satu demi satu:
• Anda berkata: (aku siap untuk melamar) adalah perkara yang indah, dan tentu saja Anda memimpikan karakteristik tertentu dari istri Anda di masa depan.
• Anda berkata: (tapi aku menginginkannya), apakah mungkin untuk meninjau kembali karakteristik yang Anda inginkan dalam calon pasangan hidup Anda dan tentu saja membatasi orang yang Anda pilih. Dan hal itu Anda lakukan hingga Anda mendapat kejelasan. Kelak Anda akan tahu apakah perasaan Anda mendorong Anda untuk memilih harta atau prestise ataukah yang lain.
• (Dan wanita yang hendak aku lamar adalah kerabatku, dia adalah seorang dokter dan aku karyawan yang sangat sederhana. Akan tetapi aku enggan untuk mengajukan lamaran padanya, takut ia akan menolakku karena perbedaan di antara kami)
Saudaraku yang mulia, perbedaan mendasar antara Anda berdua adalah bahwa Anda adalah pria dan dia wanita. Adapun perbedaan yang lain seperti pendidikan dan harta, tidak dapat dipungkiri bagi orang yang berakal bahwa hal tersebut memiliki dampak dalam kehidupan pasangan suami istri. Akan tetapi jika ada tujuan yang jelas dalam berumah tangga dan saling menolong secara berkelanjutan antar pasangan, maka perbedaan-perbedaan seperti ini akan seperti kayu bakar, yang meningkatkan pengapian cinta dan kasih sayang di antara mereka. Maka aku berharap agar Anda membatasi diri Anda sejak pertama kali, mengapa Anda menginginkannya?
Apakah karena ilmunya, atau karena kecantikannya atau karena nasabnya, atau karena agamanya?
Sebagaimana Nabi bersabda:
« تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِدِيْنِهَا، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكَ
“Seorang wanita dinikahi karena empat hal: karena hartanya, kecantikannya, nasabnya dan karena agamanya. Maka pilihlah wanita karena agamanya, (jika tidak ) niscaya engkau akan hina.”
• Saya menyarankan Anda untuk menjadikan tujuan dan visi Anda jelas dari awal. Apa yang Anda inginkan dari perkawinan ini? Apa yang Anda harapkan? Apa yang Anda rencanakan di masa depan? Alasan apa Anda menikahi seorang wanita?
Nabi telah mencanangkan bagi kita manhaj yang tegas dan jelas. Perkawinan harus memiliki satu dasar dari empat hal, yaitu: agama, harta, kecantikan, dan nasab.
Tapi saya ulangi dan kembali menekankan bahwa visi Anda berdua harus jelas dari awalnya. Jika tidak, maka sinar matahari telah terbenam sejak tahun pertama pernikahan dan menutup kehidupan Anda berdua dengan awan kemarahan dan kesengsaraan.
• Anda katakan : (Meskipun demikian aku tidak melihat bahwa diriku lebih rendah darinya, akan tetapi aku yakin bahwa ia melihatku lebih rendah darinya.)
Saudaraku, jika Anda melihat diri Anda dengan pandangan mulia, maka pastikanlah bahwa orang lain akan melihat Anda dengan pandangan yang sama. Orang akan memberikan Anda sesuai dengan apa yang Anda berikan pada diri Anda seperti kepercayaan diri dan kebanggaan diri di dalamnya, dan tentu saja tanpa ada ego ataupun kesombongan.
Sebagaimana Anda ingin mengawali dengan benar, yaitu dengan bertanya dan mencari tahu. Saya berharap Anda fokus pada kehidupan Anda secara keseluruhan, tidak hanya melihat jika wanita itu setuju atau menolak. Itu bukanlah panduan utama untuk hidup bahagia dan nyaman. Duduklah sendirian, merenung dengan tenang dan santai, ceritakanlah pada diri sendiri dan tulis apa yang Anda harapkan dari perkawinan dan gambarkan karakteristik pasangan hidup.
Bayangkan hidup Anda setelah menikah dan harapan Anda dari pernikahan tersebut. Setelah itu putuskan sebelum orang lain memutuskan. Putuskan apakah gadis shalehah ini akan menjadi teman dan istri yang ramah untuk bergerak maju dalam kereta kehidupan keluarga dan berjuang untuk sukses dalam kehidupan dunia yang bahagia hingga memasuki akhir bahagia dengan masuk surga.
Terakhir, aku meminta kepada Allah Ta'ala untuk menulis bagi Anda kebaikan di mana pun adanya dan membuat setiap langkah Anda dipenuhi dengan hidayah, bimbingan dan keselamatan. Amin!
Diasuh oleh Syaikh Mamduh Farhan Al-Buhairi
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar