Sabtu, 16 Juni 2012

Ide Adalah Akar Dari Pohon Perjuangan

Ide adalah akar dari pohon perjuangan
Ketika anda memiliki sebuah ide yang datang tak terduga, begegaslah untuk menuangkannya di secarik kertas, karena suatu saat anda akan sangat membutuhkan kertas tersebut, bahkan bisa jadi, ia lebih berharga dari dunia ini dan seluruh isinya. Sama halnya bila anda tertimpa sebuah ujian, bersegeralah untuk berdiri tegar di hadapannya, karena anda akan menjadi orang besar yang sulit untuk dirobohkan setelah permasalahan tersebut berhasil anda tundukkan.

Terkadang anda mudah sekali menyepelekan ide-ide anda dan menganggapnya suatu hal yang mustahil terjadi, sebagaimana anda sangat mudah juga tertimpa gundah gulana ketika suatu ujian menyapa. Mengapa harus gelisah ketika tertimpa sebuah masalah ? Bukankah ia akan selesai hari ini bila anda telah memilih untuk menyelesaikannya hari ini ? Mengapa anda harus meremehkan ide anda –yang kadangkala ide tersebut kelihatan konyol- ? Bukankah ia akan membawa anda ke sebuah kesuksesan besar bila anda telah memilih untuk memulainya ?

Ide dan ujian adalah dua komponen yang tidak pernah terpisahkan di dunia ini sejak ia diciptakan. Bila anda berfikir untuk berlari dari salah satunya, sungguh anda telah memutuskan untuk membuat sebuah kegagalan terbesar dalam sejarah hidup dan mati anda. Anda pasti bertanya, mengapa ? Jawabannya tidak lain karena kesuksesan adalah rerantingan dari sebatang pohon perjuangan yang berakarkan ide dan ujian. Pohon yang memiliki akar kuatlah yang ranting-rantingnya tetap akan tegar terhempas badai di angkasa.

Sudah saatnya anda bangun ketika orang lain tertidur, saatnya berjalan ketika orang lain bangun, berlari ketika orang lain berjalan, dan terbanglah ketika orang lain berlari. Tinggalkanlah mereka jauh di belakang anda dalam berfikir, berbuat dan memetik hasilnya, karena anda hanya memiliki satu kali kehidupan, tidak lebih. Berbuatlah yang terbaik untuk masa depan anda.

Al-Imam Al-Bukhari menulis sebuah kitab yang paling shahih setelah al-Quran hanya karena sebuah ide kecil gurunya Al-Imam Ishaq bin Rahawaih. Gurunya tersebut bertutur di hadapannya : “ Andai engkau mengumpulkan hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang hukum-hukum agama”. Melekatlah ide besar ini di benaknya dan terbenam kuat ke kedalaman jiwanya hingga beliau memilih untuk memulainya. Tahukah anda berapa lama ‘akar’ tersebut tumbuh ? Ya, 16 tahun lamanya beliau bergelut dengan ujian-ujian yang hadir silih berganti dan akhirnya beliau berhasil menanam ‘sebatang pohon perjuangan’ yang akarnya tertanam kokoh ke bumi dan rerantingannya menuju ketidak-terbatasan hingga hari ini.

Siapa yang tidak takut gagal ? Namun, jadilah jiwa yang berbeda. Kegagalan adalah musibah, namun ada musibah yang lebih dahsyat lagi dari kegagalan itu sendiri, yaitu putus asa untuk bangkit dari kegagalan tersebut. Katakan pada diri anda di saat kegagalan menantang anda : “ Ini hanyalah keberhasilan yang tertunda, masih ada ronde selanjutnya tempat saya bertarung, saya pasti bisa insya Allah”. Benar sekali, ini adalah taqdir dari Allah Yang Maha Adil, tapi apakah anda tahu akhir dari taqdir anda ? Bukankah seorang hamba berjalan diantara taqdir-taqdirNya ? Lanjutkanlan berkelana ! Lemparkanlah keinginan untuk berhenti sejauh-jauhnya ke belakang ! Tengadahkanlah wajah anda ke langit seraya mengangkat kedua tangan dan mintalah kepada Sang Pencipta dan Pemilik alam ini ! Pintalah segenap impian anda padaNya dan kembali berbuatlah dengan keyakinan penuh bahwa anda akan mendapatkan sesuatu yang jauh lebih baik untuk masa depan anda kelak.

Bila ‘Ide’ hanya sebuah kata yang terdiri 3 huruf yang bisa merubah dunia. Dimanakah 3 huruf yang anda miliki ? Putuskanlah sekarang untuk menulis seluruh ide yang terbetik di pikiran anda saat anda berdiri, duduk atau saat anda berbaring pada secarik kertas kecil, karena akan datang zamannya di mana anda akan terbang dengan secarik kertas tersebut di saat manusia berlari mengejar mengejar anda. Be a powerfull man !

Muhammad Rifyal
Medan, Sumatera Utara
05:33 PM, 6/16/2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar