Senin, 04 Februari 2013

Pengaruh Bahasa Arab Terhadap Pendidikan

Pengaruh Bahasa Arab Terhadap Pendidikan
1. Mempermudah Penguasaan Terhadap Ilmu Pengetahuan.
Islam sangat menekankan pentingnya aspek pengetahuan melalui membaca. Allah berfirman.

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ

Bacalah dengan nama Rabb-mu yang menciptakan. [Al 'Alaq : 1].

Melalui bahasa Arab, orang dapat meraih ilmu pengetahuan. Sebab bahasa Arab telah menjadi sarana mentransfer pengetahuan.

Bukti konkretnya, banyak ulama yang mengabadikan berbagai disiplin ilmu dalam bait-bait syair yang lebih dikenal dengan nazham (manzhumah atau nazhaman). Dengan ini, seseorang akan relatif lebih mudah mempelajarinya, lantaran tertarik pada keindahan susunannya, dan menjadi keharusan untuk menghafalnya bagi orang yang ingin benar-benar menguasainya dengan baik.

Sebagai contoh, kitab Asy Syathibiyah Fi Al Qiraati As Sab'i Al Mutawatirati 'Anil Aimmati Al Qurrai As Sab'ah, adalah matan syair yang berisi pelajaran qiraah sab'ah, karangan Imam Al Qasim bin Firah Asy Syathibi. Buku lain berbentuk untaian bait syair. Kemudian Al Jazariyah, yaitu buku tentang tajwid karya Imam Muhammad bin Muhammad Al Jazari. Dalam bidang ilmu musthalah hadits, ada kitab Manzhumah Al Baiquniyah, karya Syaikh Thaha bin Muhammad Al Baiquni. Dan masih banyak contoh lainnya.

2. Meningkatkan Ketajaman Daya Pikir.
Dalam hal ini, Umar bin Khaththab berkata,”Pelajarilah bahasa Arab. Sesungguhnya ia dapat menguatkan akal dan menambah kehormatan.”

Pengkajian bahasa Arab akan meningkatkan daya pikir seseorang, lantaran di dalam bahasa Arab terdapat susunan bahasa indah dan perpaduan yang serasi antar kalimat. Hal itu akan mengundang seseorang untuk mengoptimalkan daya imajinasi. Dan ini salah satu factor yang secara perlahan akan menajamkan kekuatan intelektual seseorang. Pasalnya, seseorang diajak untuk merenungi dan memikirkannya. Renungkanlah firman Allah:

وَمَن يُشْرِكْ بِاللهِ فَكَأَنَّمَا خَرَّ مِنَ السَّمَآءِ فَتَخْطَفُهُ الطَّيْرُ أَوْ تَهْوِي بِهِ الرِّيحُ فِي مَكَانٍ سَحِيقٍ

Barangsiapa yang menyekutukan sesuatu dengan Allah, maka ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh. [Al Hajj : 31].

Lantaran dahsyatnya bahaya syirik kepada Allah, maka permisalan orang yang melakukannya bagaikan sesuatu yang jatuh dari langit yang langsung disambar burung sehingga terpotong-potong tubuhnya. Demikian perihal orang musyrik, ketika ia meninggalkan keimanan, maka syetan-syetan ramai-ramai menyambarnyanya sehingga terkoyak dari segala sisi, agama dan dunianya, mereka hancurkan. [7]

3. Mempengaruhi Pembinaan Akhlak.
Orang yang menyelami bahasa Arab, akan membuktikan bahwa bahasa ini merupakan sarana untuk membentuk moral luhur dan memangkas perangai kotor.

Berkaitan dengan itu, Ibnu Taimiyah berkata: “Ketahuilah, perhatian terhadap bahasa Arab akan berpengaruh sekali terhadap daya intelektualitas, moral, agama (seseorang) dengan pengaruh yang sangat kuat lagi nyata. Demikian juga akan mempunyai efek positif untuk berusaha meneladani generasi awal umat ini dari kalangan sahabat, tabi'in dan meniru mereka, akan meningkatkan daya kecerdasan, agama dan etika”. [8]

Misalnya, penggalan syair yang dilantunkan Habib bin Aus yang menganjurkan berperangai dengan akhlak yang baik :

يـَعِيْشُ المْـَرْءُ مَا اسْتَحْيـَا بِخَيْرٍ وَيَبْـقَى العُودُ مَا بَقِيَ اللِّحَاءُ
فَلاَ وَاللهِ مَا فِي العَيْشِ خَيْـــرٌ وَلاَ الدُّنْيـَا إِذَا ذَهَبَ الْحَيَاءُ

Manusia senantiasa dalam kebaikan, selama ia mempunyai rasa malu
Batang pohon senantiasa abadi, selama kulitnya belum terkelupas
Demi Allah, tidak ada sedikit pun kebaikan dalam kehidupan,
Demikian juga di dunia, bila rasa malu telah hilang sirna

Juga ada untaian syair yang melecut orang agar menjauhi tabiat buruk. Imam Syafi'i mengatakan:

إِذَا رَمَيْتَ أَنْ تَحْيَا سَلِيْمًا مِنَ الرَّدَى وَدِيْنُكَ مَوْفُوْرٌ وَعِرْضُـكَ صَيـِّنُ
فَلاَ يَنْطِقـَنَّ مِنْكَ اللِّساَنُ بِسَـوءَةٍ فَكُلُّــكَ سَوْءَاتٌ وَلِلنَّاسِ أَعْيـُنُ

Bila dirimu ingin hidup dengan bebas dari kebinasaan,
(juga) agamamu utuh dan kehormatanmu terpelihara,
Janganlah lidahmu mengungkit cacat orang,
Tubuhmu sarat dengan aib, dan orang (juga) memiliki lidah.

Jadi, bahasa Arab tetap penting, Bahkan menjadi ciri khas kaum muslimin. Seyogyanya menjadi perhatian kaum muslimin. Dengan memahami bahasa Arab, penguasaan terhadap Al Qur’an dan As Sunnah menjadi lebih mudah. Pada gilirannya, akan mengantarkan orang untuk dapat menghayati nilai-nilainya dan mengamalkannya dalam kehidupan.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 02/Tahun IX/1426H/2005M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondanrejo Solo 57183 Telp. 0271-761016]

Minggu, 03 Februari 2013

Carilah Kerelaan Allah Bukan Kerelaan Manusia

Saudaraku!.... Tahukah anda berapa jumlah penduduk di kampung atau kelurahan anda?
Atau mungkinkah anda pernah menghitung berapa banyak jumlah teman anda?...
Atau paling kurang, berapakah jumlah karib kerabat anda?....
Jumlah mereka tentu banyak sekali, bukankah demikian?....

Namun pernahkah anda mampu menjadikan mereka semua selalu suka bahkan puas dengan setiap ucapan dan sikap anda?
Alih-alih memuaskan mereka semua, sekedar menjadikan istri atau suami atau anak-anak anda selalu senang dengan sikap anda terasa begitu sulit.

Percayalah sobat, bahwa anda tidak akan kuasa menjadikan semua orang rela dengan sikap atau ucapan anda, namun ketahuilah bahwa anda dapat menjadikan Allah ridha kpd anda.

Dan bila Allah telah ridho kepada anda maka apalah artinya kebencian manusia kepada anda.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda
مَنِ التَمَسَ رِضَاءَ اللَّهِ بِسَخَطِ النَّاسِ كَفَاهُ اللَّهُ مُؤْنَةَ النَّاسِ، وَمَنِ التَمَسَ رِضَاءَ النَّاسِ بِسَخَطِ اللَّهِ وَكَلَهُ اللَّهُ إِلَى النَّاسِ،

Barang siapa mencari ridho Allah walaupun dengan menahan kebencian masyarakat, maka Allah pastilah melindunginya dari gangguan seluruh manusia.
Namun sebaliknya barang siapa yang mencari kerelaan sesama manusia dengan mengorbankan keridhoan Allah niscaya Allah menyerahkan urusannya kepada sesama manusia ( Allah tdk membelanya). riwayat At Tirmizy.

-- Dari nasehat Ustadz.Dr.Muhammad Arifin Badri MA --

Jumat, 01 Februari 2013

Selamatkanlah Imanmu

Disinilah ana baru rasakan betapa besarnya fitnah yg pernah ana alami diluar sana..

Semua manusia berlomba-lomba mengejar dunia, menumpuk harta, kemaksiatan yg menjadi tontonan gratis.

Benar-benar tidak disadari, karena hal tsb sudah jadi kebiasaan dan seolah merupakan menu wajib untuk dinikmati, dengan demikian setiap dosa akan terlihat kecil oleh kita..

Wallahi ya ikhwan..
Fitnah dunia sangat sulit untuk bisa dielakkan melainkan dengan hijrah menjauh ketempat yg aman.
Hatta menikah saja tidak bisa jadi jaminan seseorang langsung bisa selamat dari fitnatun nisa'.. Ia hanya meredam.

Saudaraku..
Jika memang masih memungkinkanmu untuk berlari maka larilah menuju tempat yg aman.
Selamatkan imanmu sebelum ia terwarnai oleh gemerlap dunia yg melalaikan. Kecuali jika engkau yakin mampu mewarnai mereka..!!

Abu Najmy Al Muta'allimy
1 Februari 2013

Kata Mutiara Bagi Para Penghafal Alquran

Al-Hasan bin Ali Ra. berkata, ” Penghafal Al-Qur’an ada tiga macam.
Pertama, seorang yang baik bacaan dan suaranya,lalu pergi dari suatu kota ke kota yang lain untuk memperoleh imbalan dari orang-orang.
Kedua, seorang ang hafal huruf-hurufnya, tetapi menyia-nyiakan hukum-hukumnya dan mencari simpati penguasa dan mencari popularitas .
Ketiga, mengerti maknanya, memeliharanya, dan mengamalkannya untuk berdakwah dan beribadah. Inilah sebaik-baik penghafal Al-Qur’an.

(Hikmah dalam humor,kisah, dan pepatah jilid 1-6 .A.Aziz Salim Basyarahil. hal 30)